Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2008

Seeking the Stars

Belajar Bersama OSC, kegiatan rutin OSC(Open Source Community) setiap kamis, telah usai. Saya, bersama Kujang, berjalan menuju ke tempat parkir. Dalam perjalanan, kami melihat ke langit. Ke tempat para bintang bersemayam. Hm… bintang yang indah, sayang sekali tempat ini terlalu terang. Hei, bagaimana ya bintang itu terlihat dari tempat yang gelap. Secepat kilat kami berpikir, dan secepat itu pula kami temukan jawabannya, rooftop!

Dengan semangat kami berjalan menuju rooftop, sedikit berlari. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah tangga menuju rooftop D4 di sayap utara-barat. Satu demi satu anak tangga kami panjat, tiga lantai terlalui sudah, tinggal sebuah pintu yang memisahkan kami dengan rooftop. Dengan semangat kami menuju pintu tersebut dan memutar kenop pintu. Deg, pintu itu ternyata terkunci. Bagaimana ini…

Tanpa putus asa, kami mencoba jalan lain, masih ada satu jalan lain menuju rooftop, yaitu di sayap utara-timur gedung D4. Lagi-lagi kami sedikit berlari menuju kesana, dan kembali meniti anak tangga menuju ke lantai 4. Dan seperti jalan sebelumnya, disini pun terdapat sebuah pintu yang memisahkan kita dengan rooftop. Ketika dicoba dibuka, ternyata pintu ini pun terkunci. Hm… tidak putus asa, kami mencoba menuju menara D4. Ada 2 menara, satu tempat parabola berada. Satu menara lagi tempat tandon air berada. Sayang sekali ketika dicoba, menara tempat parabola ini pun terkunci. Tinggal satu harapan kami, masih dengan semangat membara, kami berjalan menuju menara tandon air. Untuk menuju atas, kita harus menaiki tangga besi dan melalui jalan yang sempit. Jalan ini sempat menghalangi tas punggung yang saya bawa.

Tidak sia-sia kami berusaha, pemandangan bird-view kota Surabaya memang ciamik. Dan bintang-bintang pun terlihat lebih jelas disini. Walau pantulan lampu kota masih mengaburkan pandangan kami. Suatu saat nanti kami akan mencoba melihat bintang di tempat tinggal salah satu teman kami. Lokasinya di kaki gunung yang tentu saja tidak memiliki lampu sebanyak dan seterang Surabaya.

Karena bintang yang kami lihat cahayanya amat lirih, dan keterbatasan kemampuan hape saya, maka saya sajikan pemandangan ini menggunakan Stellarium. Aplikasi yang menyajikan pemandangan langit langsung di layar monitor anda. Saya sempat membandingkan hasil pandangan Stellarium dengan apa yang saya lihat, dan ternyata akurat. Jupiter terlihat paling jelas cahayanya, diikuti dengan bintang Altair yang berada di dekatnya. Benda cipta Allah memang hebat sekali.

Iklan

Read Full Post »

Setengah-setengah

Masih asik browsing menggunakan koneksi wifi kampus yang leletâ„¢. Sambil melihat-lihat berita melalui RSS Reader Flock. Tiba-tiba saya menjumpai fenomena yang menarik. Sangat menarik. Seperti yang ditunjukkan oleh gambar berikut ini.

Partly Clear or Partly Clody

Dapat dilihat, antara cuaca yang ditunjukkan oleh add-on firefox saya, yaitu ForecastFox, dengan cuaca yang ditampilkan oleh aplikasi Weather Facebook sama-sama menunjukkan suhu 30 derajat Celcius. Tapi yang satu menampilkan cuaca setengah cerah, dan satu lagi setengah berawan. Mirip seperti kasus gelas yang setengah terisi, atau setengah kosong. Sudut pandang yang berbeda dapat menimbulkan efek pemikiran yang berbeda, walaupun obyeknya sama. Kasus gelas diatas sering digunakan untuk menunjukkan kepribadian orang, apakah anda orang yang optimis atau pesimis.

Kembali ke topik utama kali ini, setengah berawan bisa berarti tidak 50% persis, melainkan condong ke berawan, bisa juga condong ke cerah. Nah, apakah ini berarti perkiraan cuaca yang ditunjukkan oleh Weather Facebook itu cenderung kepada berawan dan ForecastFox mengatakan cenderung kepada cerah? Atau malah sebaliknya?

Read Full Post »

Split File Multi-platform

LaptopQTeman saya sempat kebingungan ketika dihadapkan pada keputusan untuk melakukan split file. Karena dia terpaksa melakukan pemindahan file yang besarnya 1,56GB melalui 3 flash disk yang ukurannya berbeda-beda semua. Filenya sendiri sudah dalam bentuk format rar, sehingga mudah dibawa-bawa. Sayangnya sayangku hanya berisi OS Mac OS X.

Dalam beberapa detik berpikir, mengapa tidak menggunakan tool UNIX dd saja? Tool dd berguna untuk menyalin data, dan bekerja sampai level raw. Tapi keunggulan yang ini tidak berguna, yang berguna adalah kemampuannya untuk menyalin data dengan dibatasi hanya jumlah tertentu. Dan kemampuannya melompati data sampai jumlah tertentu. Nah fungsi ini berguna sekali untuk membagi file menjadi beberapa bagian.

Kasus: file dota.rar ukuran 1,56GB. 3 flashdisk secara berturut-turut hanya memiliki free space 510MB, 220MB, dan 1GB. Sehingga kira-kira perintahnya seperti ini:

dd if=dota.rar bs=1024x1024 count=510 > dota1.rar
dd if=dota.rar bs=1024x1024 skip=510 count=220 > dota2.rar
dd if=dota.rar bs=1024x1024 skip=730 > dota3.rar

Option bs maksudnya adalah block size, sedangkan count adalah jumlah block size yang tersalin. Jadi mudahnya kita menyalin bagian sebanyak count, dimana perbagian itu besarnya adalah block size. Saya atur block size sebesar 1MB supaya memudahkan perhitungan.

Sedangkan untuk menggabungkannya hanya memerlukan perintah cat untuk di UNIX:

cat dota1.rar dota2.rar dota3.rar > dota.rar

Atau menggunakan perintah type untuk pengguna Windows:

type dota1.rar > dota.rar
type dota2.rar >> dota.rar
type dota3.rar >> dota.rar

Sekian, semoga berguna.

Read Full Post »

Cloverfield

Cloverfield 2008Film yang menarik, bercerita tentang perjuangan sekelompok orang yang berjuang menyelamatkan seorang teman mereka. Di tengah-tengah serbuan monster alien yang menyerang kota mereka. Mungkin kesannya biasa saja, tetapi ada hal lain yang menjadi daya tariknya. Hal lain yang menjadi daya tariknya menurut saya adalah sistem cara pandang yang tidak biasa. Seluruh adegan film dilihat dari sisi handycam yang kebetulan dibawa salah seorang dari mereka. Hasilnya saya merasa ikut berjuang bersama mereka. Pergerakannya pun mirip seperti handycam, goyang kesana, goyang kemari. Jatuh dan tergeletak pun sering. Untuk penonton yang tidak siap, pasti kaget dan pusing melihatnya.

Tapi point utama pembahasan kali ini adalah perbedaan nyata pendapat saya dengan seorang teman saya. Saya menganggap film tersebut bagus, sedangkan teman saya menganggapnya jelek. Sayang sekali kharisma teman saya ini besar sekali. Sekali bercerita, teman-teman yang lain jadi ikut terpengaruh. Mungkin ini akibat saya bilang “film ini bagus”. Sehingga menimbulkan efek samping. Yaitu jika film tersebut “sedikit jelek”, hasilnya terlihat “jelek sekali”, karena pikiran kita sudah disiapkan untuk menonton sebuah “film bagus sekali”.

xx1-noteSaya bersama 2 orang teman satu kos saya menonton film ini di Tunjungan XXI. Cukup sudah saya merasakan yang namanya bioskop 21. Kualitas suara dan layar bioskop 21 kalah jauh dengan bioskop XXI. Suara tembakan dan gemuruh bangunan di film Cloverfield di Tunjungan XXI terasa sekali getarannya di kursi penonton. Beda sekali ketika menonton di Tunjungan 21, dimana suaranya hanya terdengar dari sisi depan saja. Bioskop kok stereo?

Read Full Post »

Leker

Sebuah jajanan yang sederhana, leker, tapi bisa membuat kita ketagihan. Leker memiliki lapisan unik dengan rasa renyah, berikut dengan isinya yang bervariasi, baik keju, pisang, bahkan telur, leker mampu memikat kita. Saya pribadi memang ketagihan leker sejak SD. Walaupun leker modern juga tersedia (seperti yang dijajakan para penjual di mal-mal), leker tradisional memiliki citarasa tersendiri yang unik dan khas.

Ketika istirahat kuliah dan dalam perjalanan menuju warung makan, mata saya sekilas melihat penjual leker. Jarang sekali saya bertemu penjual leker disini, kebetulan sekali. Tetapi tidak seperti yang anda kira, saya tetap berjalan seperti biasa menuju tempat makan. Baru setelah makan saya menghampiri penjual leker tersebut. Untung saja penjualnya masih mangkal di tempat yang sama. Dan, surprise, penjualnya menggunakan arang ternyata saudara-saudara. Dan harganya masih tetap 500 rupiah-untuk isi pisang. Baik di Semarang maupun di Surabaya harganya tetap sama. Tidak terpengaruh oleh kenaikan harga BBM. Dan rasanya juga masih sama, dengan isi pisang. Hm.. yummi~!

Read Full Post »